Begini Karya Anyaman Rotan Buatan Siswa SD

PAKIS – Pengrajin rotan kini mendapat angin segar. Sebab, generasi penerus mereka kini dipersiapkan mulai dari tingkat SD. Sebanyak 15 dari SDN Banjarrejo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang terlihat asyik menganyam rotan hingga menjadi sebuah karya seni seperti vas bunga, tempat payung hingga topi hias. Menurut Kepala Sekolah SDN Banjarrejo 2, ekstrakurikuler menganyam memang sengaja dipilih guna mengembangkan bakat dan ketrampilan siswa. ” Rotan kini menjadi pilihan, sebab berbahan dari alam dan tahan lama,” ujarnya Selasa,(19/4) Biasanya, kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu setelah pulang sekolah. Tujuannya, mempersiapkan generasi muda sesuai dengan bakat yang dimiliki serta mempersiapkan mereka menjadi pengrajin rotan sejak dini. Dia menilai, nantinya juga mengajarkan anak berwirausaha di masa depannya kelak. (dia/lia)  

Wuih, Penulis Kaliber World Readers Berbagi Tips Menulis di UM

Malang Kota – Penulis Indonesia yang masuk dalam daftar panjang penulis World Readers 2016, Eka Kurniawan berbagi tips proses kreatif kepenulisan di Kafe Pustaka Universitas Negeri Malang (UM). Eka mengaku setelah belajar dari banyak novel, hasil dari sejarah panjang novel modern sejak Don Quixote, ada “aturan-aturan” dalam menulis cerita. Aturan-aturan ini bisa dipelajari dan banyak orang dengan senang hati untuk mengajari baik dibayar atau tidak. “Kita bisa meniru mereka, mengikuti jalan yang sudah dirintis oleh para pendahulu kita,” ujarnya. Di antaranya mempelajari bagaimana membuat paragraf pertama. Bagaimana menyusun plot. Bagaimana membangun karakter yang dinamis, maupun yang datar. Bagaimana membangun tangga dramatik. Sebelumnya,novel Eka berjudul Man Tiger atau Lelaki Harimau masuk dalam ‘long list’ The Man Booker International Prize 2016. Selain itu, novelnya yang berjudul Beauty is Wound atau Cantik Itu Luka berhasil mendapatkan penghargaan World Readers. Novel Beauty is Wound diterjemahkan ke dalam 24 bahasa dan kritikus menyandingkannya dengan karya-karya Gabriel Garcia Marquez dan Fyodoor Dostoevsky. Sedangkan Man Tiger dialihbasakan ke dalam 5 bahasa, dan di Frankfurt Book Fair (FBF) 2015 lalu, nama Eka Kurniawan menjadi salah satu highlight dalam pameran buku tertua dan terbesar di dunia tersebut. Baru-baru ini dia merilis novek terbarunya berjuduk O, sebuah novel yang tokoh utamanya seekor monyet bernama O. Eka Kurniawan hadir di Malang dalam rangkaian kegiatan Santap Gagasan Kafe Pustaka. Mengangkat topik Menerobos Situasi Batas: Inspirasi Kreatif Eka Kurniawan, hadir juga sebagai pembicara kritikus sastra Malang Yusri Fajar dan dimoderatori cerpenis muda Dwi Ratih Ramadhany. Diskusi ini merupakan kerja sama Pelangi Sastra Malang, Indonesia Sastra, Kafe Pustaka, dan Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Pascasarjana Universitas Negeri Malang. (lil/riq)  

Hunian Sederhana Ikut Terdampak

MALANG KOTA – Pelemahan sektor properti di semester pertama tahun berjalan tak hanya memukul sektor properti kelas menengah ke atas. Namun, para pengembang properti yang berada di segmentasi menengah ke bawah pun juga ikut merasakan dampak pelemahan ini. Hal tersebut dirasakan betul Ketua DPC Realestat Indonesia (REI) Komisariat Malang Umang Gianto. ”Wah, kondisinya sedang benar-benar tidak baik. Berat sekali bisnis di semester pertama. Pengembang lain juga merasakan hal ini kok,” kata Umang di kantor Jawa Pos Radar Malang, semalam. Umang melanjutkan, pelemahan tersebut juga dirasakan oleh dirinya yang mengembangkan perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di perumahan PT Bulan Terang Utama, Madyopuro, Kota Malang. Serapan masyarakat menunjukkan tren yang melemah. Segmentasi masyarakat menengah ke bawah memang cukup terdampak. Mereka lebih memilih menunda keinginan membeli rumah daripada tidak bisa memenuhi kebutuhan-kebutuhan pokok lainnya. ”Semester pertama tahun ini saya lebih banyak membangun namun sedikit sekali yang melakukan pembelian. Meski begitu, kami masih memiliki ribuan user yang masuk daftar list kami. Semoga keadaan ini lebih baik lagi di semester dua mendatang,” jelas pria yang sudah puluhan tahun bergelut di bisnis properti tersebut. Di sisi lain, untuk menggenjot pertumbuhan serapan pembelian masyarakat, pemerintah sebenarnya sudah memberi sejumlah stimulus. Salah satunya dengan menurunkan uang muka pembelian rumah dan kelonggaran lainnya. Namun, efek dari berbagai regulasi tersebut tak bisa dirasakan dalam waktu sebulan dan dua bulan. Para pengembang memprediksi kondisi membaik bisa jadi baru dirasakan memasuki akhir tahun mendatang. Sebab, secara makro, kondisi ekonomi hingga saat ini juga belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan ekonomi. Kondisi ini membuat pengembang juga ikut mengerem pembangunan rumah. Di satu sisi serapan masyarakat belum begitu bagus, di sisi lain harga-harga bangunan terus terkerek naik. Data yang dimiliki Jawa Pos Radar Malang menunjukkan, hingga Mei kemarin terjadi pelemahan penyaluran kredit properti di angka 0,43 jika dihitung secara year on year (YoY). Dari Mei tahun lalu di angka Rp 793,03 miliar menuju angka Rp 789,60 miliar pada Mei tahun ini. Dihitung secara month to month juga tidak begitu bagus, terjadi pelemahan di angka 0,63 persen. Untuk diketahui, pada April lalu, seluruh perbankan di wilayah Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang menyalurkan kredit KPR di angka Rp 794,63 miliar. Sementara dari hitung-hitungan year to date (YtD), juga …

Tornado Kick Ken Master

Pertama kali main Street Fighter pas kelas 2 SD. Jaman itu mainnya masih di Nintendo. Sampai sekarang pun aku masih suka Street Fighter sih, cuman kesibukan kuliah bikin gak sempat main lagi. Karakter favoritku di Street Fighter itu Ken Master dengan jurus andalannya hadoken dan shoryuken. Aku juga suka dia soalnya bisa tornado kick . (zha/muf)  

Cintamu Bertepuk Sebelah Tangan?

What We Have to Do? Zetizen, emang sih sakit dan nggak enak banget ketika tahu kalau cinta kita bertepuk sebelah tangan. Tapi mau sampai kapan kalian berduka teruuuuuussss?! C’mon! chin-up, Zetizen! Lakuin deh hal-hal ini biar kamu bisa simply fall out from the situation. (nov/muf) Jalani aja, jangan diratapi Emang susah sih Zetizen kalau kita lagi patah hati. Kita harus mati-matian buat melawan rasa sedih kita dan bertahan. Kalau udah gitu, ya udah sih nikmatin aja, jalani aja. Seiring berjalannya waktu, Zetizen bakalan jadi pribadi yang lebih kuat, dan pastinya Zetizen bakalan sembuh dari sakitnya.   Menangis itu wajar Kalau menangis memang jadi satu-satunya cara biar kalian bisa lebih lega ngadepin beban yang ada, nangis aja Zetizen. Ceritakan semua ke orang terdekat kalian. Ingat satu hal ya Zetizen, kalian nggak akan nangis terus kok. Somedaypasti kalian juga akan tertawa. Kalo udah nangis, sekarang waktunya kalian buat bangkit! Hap! Hap! Hap!   Lepaskan semuanya Okey Zetizen, kita pastinya tau banget kalau udah naksir sama satu orang dan kita jadi kepingin sama-sama dia terus, pingin memiliki dia. Tapi ingat ya Zetizen, kita nggak bisa kan memaksakan perasaan orang? Jadi, cepet bangkit dan yakinkan diri kalo kalian bisa kok nemuinkebahagiaan lain meskipun nggak sama dia.   Temukan kelebihanmu! Biasanya nih ya, kalau cintamu udah bertepuk sebelah tangan dan unfortunately kalian tau who’s the lucky one, kalian bakalan dengan sedihnya membanding-bandingkan diri kalian dengan mereka. Terus hal yang kalian lakukan adalah menyalahkan diri kalian karena kalian nggak seperti mereka. Ngaku deh! Tapi serius Zetizen, apa yang kalian lakukan itu salah besar banget! Everyone’s unique! Kalian sendiri juga punya kelebihan yang nggak dimiliki sama the who belong to him. Jadi, yuk, kalian harus bangkit dan menemukan someone yang mau menerima kekurangan dan nggak peduli sama kelebihan kalian.   Don’t stalk too much! HELLOOOOOO!!! Zetizen, c’mon! kapan kalian mau move on kalo kalian masih aja stalking social media si doi. Yang ada kalian gak bakalan sembuh dari sakit hati kalian, makin sedih berkepanjangan iya!   Do what you like to do Obat paling mujarab saat patah hati adalah dengan cara melakukan sesuatu yang kalian suka Zetizen. Do exercise, hang out with your besties, bisa ngebantu kalian buat lupa dengan cepat. Pas hang out, bisa tuh sama sekalian lirikin orang baru di sekitar kitaa, he he he.. yaaaasambil menyelam minum air laah, ha ha ha.  

UMM Gelar Gazebo Forum, Seperti Apa ?

MALANG KOTA – Universitas Muhammadiyah Malang gelar diskusi bertajuk UMM Gazebo Forum. Forum diskusi yang nantinya akan digelar secara rutin dengan menggunakan konsep yang santai layaknya seseorang yang sedang duduk di gazebo. Nantinya bakal banyak narasumber yang akan diundang kampus di jalan Tlogomas ini. UMM Gazebo Forum yang pertama ini di launching langsung Rektor Drs H Fauzan MPd. “Diskusi rutin ini saya harapkan bisa menjadi wadah diskusi baru yang digelar dengan konsep yang santai,” jelas pengganti Muhadjir Effendy ini. Materi yang oertama kali dibahas dalam forum ini yakni Arema: antara identitas kultural dan ideologi. Hadir dalam diskusi tersebut Manajer Media Officer Arema Darmaji serta Direktur Jawa Pos Radar Malang Kurniawan Muhammad. Keduanya menjadi pembicara utama yang membahas bagaimana sejarah Arema menjadi sebuah ideologi, kultur baru dan fanatisme serta brand identity yang dimiliki Malang Raya. (ded)  

Uji Coba Terakhir, Arema Tantang Metro FC

MALANG KOTA – Arema Cronus semestinya menghadapi lawan yang sepadan di laga uji coba terakhir jelang Indonesia Soccer Championship (ISC) A. Namun apa daya, sulitnya mencari lawan yang levelnya setara, membuat mereka beralih ke tim ISC B, Persekam Metro FC. Laga uji coba kontra Metro FC akan digelar di Stadion Kanjuruhan, Minggu (24/4). ”Ya, rencananya akan melawan Metro FC,” kata General Manager Arema Cronus Ruddy Widodo, kemarin (21/4). Metro FC bisa dikatakan menjadi opsi terakhir setelah bidikan sebelumnya gagal. ”Kami sudah mencari lawan jauh-kauh hari,” kata dia. Mulai dari Surabaya United Bhayangkara, Perseru Serui, hingga PS TNI. Tapi, rencana menggelar uji coba itu batal, karena tim-tim ISC A yang dibidik sudah punya agenda sendiri-sendiri. ”Ya, mau bagaimana lagi. Kita harus cari lawan lagi,” ujar Ruddy. Di tengah kesulitan mencari lawan, muncul lah nama Metro FC. Kebetulan, Metro FC juga tengah mencari lawan latih tanding sebelum kompetisi ISC B bergulir. Selama ini, Arema Cronus sudah sering menggelar uji coba lawan Metro FC. Terakhir kali, uji coba digelar di Stadion Gajayana, 9 Desember 2015. Hasilnya mengejutkan, Metro FC yang lama vakum dari agenda pertandingan, bisa mengalahkan Arema Cronus dengan skor 2-1. Meski di laga itu Arema Cronus tidak menurunkan kekuatan terbaiknya. Berbeda dengan laga uji coba melawan Persija Jakarta, Sabtu (16/4), kali ini manajemen tidak menarik tiket dari penonton. ”Laga ini digratiskan untuk penonton,” ujar dia. (adk/c1/muf)  

Anton Resmi Geber Gerakan Ayo Salat Berjama’ah

MALANG KOTA–Ayo salat berjamaah di awal waktu. Kali ini ajakan ini tidak hanya datang dari kitab-kitab agama atau buku sekolah. Wali Kota Malang Moch. Anton kemarin (25/5) resmi mengeluarkan surat edaran yang berisi tentang gerakan salat berjamaah di awal waktu. Surat edaran bernomor 222/SE/1397/35.73.133/2016 tersebut resmi diedarkan mulai kemarin. Kepada wartawan, Anton kemarin sudah menunjukkan surat edaran yang akan disebar tersebut. ”Kami sudah sosialisasikan kepada forkompimda tadi malam (24/5). Agenda ini masih berkaitan gerakan mematikan televisi yang sudah dicanangkan beberapa waktu yang lalu,” kata Anton. Edaran yang berisi imbauan untuk melakukan salat fardhu berjamaah ini ditujukan kepada beberapa instansi mulai dari aparatur sipil negara (ASN), satuan kerja perangkat daerah (SKPD), unit pelaksana teknik daerah (UPTD), sekolah, pesantren, madrasah, dan sejumlah instansi lain yang ada di Kota Malang. ”Termasuk di antaranya Lembaga Instansi Vertikal, BUMN, dan BUMD,” papar Anton. Imbauan ini merupakan langkah lanjutan pemkot setelah diberlakukannya gerakan mematikan televisi yang digagas oleh Dinas Pendidikan Kota Malang pada tanggal 2 Mei silam. ”Melalui surat edaran ini, maka seluruh muslim diimbau untuk menghentikan seluruh kegiatan ketika azan berkumandang dan segera melakukan salat fardhu berjamaah,” papar Anton. Tidak hanya dilakukan di jam-jam kerja, Anton berharap, imbauan ini juga dilaksanakan di seluruh lima waktu salat mulai dari Subuh hingga Isya. ”Era globalisasi selain memberikan dampak yang baik di segala lini, juga melahirkan efek negatif yang juga semakin beragam. Karena itu, dengan diedarkannya imbauan ini, pemerintah berharap bisa meningkatkan keimanan masyarakat Kota Malang,” papar Anton. Dengan meningkatnya iman setiap individu, maka peluang terjadinya perbuatan-perbuatan negatif bisa terhindari. ”Gerakan salat di awal waktu ini sekaligus mendukung visi Kota Malang sebagai Kota Bermartabat,” tandasnya.(iik/c1/riq) selengkapnya baca koran Radar Malang edisi Kamis (26/5)  

Wajib Bawa Lip Tint

Make up natural versi aku itu dimulai dari moisturizer, BB cream/sunblock yang ada SPF-nya untuk jaga kulit dari sinar matahari. Lalu concealer di bawah mata sama bekas jerawat, bedak loose powder, dan lip tint atau lip cream dengan warna agak terang buat kasih lookyang fresh. Itu make up standar yang biasa aku pakai ke kampus, simpel dan gak ribet. Nah, menurutku peralatan make up yang harus dibawa cewek untuk kegiatan sehari-hari adalah lip tint/cream biar bibir gak kelihatan pucat, bedak untuk touch up agar muka tetep fresh apalagi habis kena panas, dan facial mist supaya lebih segar dan muka tetap lembap. (zha/muf)  

Pemkot-Investor Adu Kuat di Mahkamah Agung

MALANG KOTA – Perseteruan antara investor proyek jacking (gorong-gorong) PT Citra Gading Asritama (CGA) dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang kian meruncing saja. Kedua institusi ini bahkan siap adu kuat di Mahkamah Agung (MA). Upaya hukum berupa kasasi yang sudah dilakukan PT CGA ke MA pada 21 Maret lalu, ditandingi Pemkot Malang dengan melayangkan surat kontra kasasi ke MA pada awal April. PT CGA mengajukan kasasi ke MA itu untuk ’melawan’ putusan Pengadilan Tinggi (PT) Jatim pada 12 Februari lalu, yang membebaskan Pemkot Malang dari tanggungan Rp 14,5 miliar ke PT CGA. Padahal, putusan Pengadilan Negeri Kota Malang mewajibkan Pemkot Malang membayar Rp 14,5 miliar ke PT CGA. Kasus ini berawal dari pelaksanaan proyek gorong-gorong dengan sistem jacking sepanjang 1,3 kilometer di Jalan Bondowoso yang dimulai 2013 lalu. Saat itu, Kota Malang masih dipimpin Peni Suparto. Proyek tersebut bernilai Rp 38,48 miliar. Kontrak pun ditandatangani per 1 Juli 2013. Investor hanya diberi waktu enam bulan. Itu artinya, pada Desember 2013 proyek sudah harus selesai. Sistem jacking itu adalah gorong-gorong dengan menggunakan pipa beton (box culvert) berdiameter 2,5 meter yang diletakkan di bawah badan jalan raya. Nah, setelah wali kota berganti ke Moch. Anton pada September 2013, PT CGA melakukan adendum ulang. Sesuai adendum itu, gorong-gorong harus tuntas pada 2014. Pada akhir 2014, PT CGA menyatakan proyek sudah tuntas. Hanya saja saat itu PT CGA baru menerima dana sekitar Rp 24 miliar. Sehingga, PT CGA menagih sisa pembayaran senilai Rp 14,5 miliar. Di sinilah polemik terjadi. Sebab, Pemkot Malang menyatakan proyek sepanjang 1,3 kilometer itu belum tuntas, sehingga belum mau membayar ke PT CGA. Karena tidak ada titik temu, PT CGA menggugat ke PN Kota Malang hingga diputuskan jika Pemkot Malang wajib membayar Rp 14,5 miliar ke PT CGA. Tak menerima putusan PN tersebut, Pemkot Malang mengajukan banding ke pengadilan tinggi dan menang. Pada 12 Februari lalu, pemkot mendapatkan salinan putusan Pengadilan Tinggi Jatim mengabulkan gugatan balik itu. Sehingga pemkot lepas kewajiban membayar sisa kekurangan dana tersebut. Kepala Bagian Hukum Pemkot Malang Tabrani mengungkapkan, pihaknya sudah memasukkan surat kontra memori kasasi ke MA pada awal bulan lalu. ”PT CGA melalui kuasa hukumnya mengajukan kasasi ke MA pada 21 Maret …