Category: Olahraga

  • Dikabarkan Akan Hengkang, Apa Kata Kipuw?

    MALANG KOTA – Sulitnya menembus posisi inti, membuat Hasyim Kipuw Galau. Informasi yang disampaikan manajemen, Kipuw sempat mengutarakan keinginannya untuk hengkang. Lantas, bagaimana komentar Kipuw? Sejatinya, dia masih ingin bertahan lebih lama di Arema Cronus. Tapi, ketika tak mendapatkan garansi untuk tampil reguler, itu tak bagus bagi karirnya. “Nanti kita lihat saja, oke,” kata Kipuw, singkat. Seperti pemberitaan sebelumnya, jika harus keluar dari Arema Cronus sudah ada klub yang siap menampung Kipuw. Yakni Bali United. Kebetulan, klub yang diperkuat mantan pemain Arema Cronus Kiko Insa dan I Gede Sukadana itu butuh pemain baru untuk mengarungi kompetisi. (adk/c2/muf)  

  • Sering Dicadangkan, Hasyim Kipuw Ancam Hengkang

    MALANG KOTA – Masuknya Syaiful Indra Cahya membuat persaingan untuk memperebutkan posisi bek kanan makin sengit. Rumor yang berkembang, Hasyim Kipuw mulai gamang dengan masa depannya di Arema Cronus. Seperti diketahui, setidaknya ada tiga pemain yang bersaing di posisi bek kanan. Selain Syaiful dan Kipuw, Arema Cronus masih punya Benny Wahyudi. Stopper muda Ryuji Utomo juga bisa menempati posisi bek kanan meski bukan spesialis utamanya. Dalam laga uji coba melawan Persija di Stadion Kanjuruhan, Sabtu lalu (16/4), pelatih Arema Cronus Milomir Seslija memasukkan Syaiful sejak menit awal. Syaiful bermain selama 54 menit, sebelum kemudian digantikan Kipuw. Melihat penampilannya di laga tersebut, Syaiful punya prospek cerah di Arema Cronus. Situasi inilah yang kabarnya membuat Kipuw tidak betah di Arema Cronus. Sebagai bek senior yang pernah membela timnas, Kipuw tentu tidak ingin hanya menjadi pelapis. General Manager Arema Cronus Ruddy Widodo membenarkan bahwa Kipuw memang pernah menyatakan uneg-uneg-nya kepada manajemen. ”Ya, memang beberapa waktu lalu dia mengungkapkan seperti itu. Namun, saya salut pada dia (Kipuw) karena berani bilang,” kata Ruddy. (adk/c2/muf)  

  • Arema Resmi Kontrak Top skor Liga Australia, Siapa Dia ?

    MALANG KOTA – Siang hari ini (20/4) Arema Cronus resmi kontrak Gustavo Giron Marulanda. Dia resmi terikat selama satu musim kompetisi. Pemain berusia 30 tahun ini menjadi pemain asing terakhir yang bergabung bersama Arema Cronus. Giron menjadi top skor di National Premiere League (NPL) Australia, tahun lalu. Bersama klub Baysweter City, selama 21 pertandingan dia telah mencetak 22 gol. General Manajer Arema Cronus Ruddy Widodo mengatakan, Giron resmi dikontrak atas dasar pertimbangan pelatih. Sejak datang pada Kamis pekan lalu, dia langsung dipantau. “Pertimbangan dikontrak karena setelah beberapa kali latihan dan laga uji coba. Dia (Giron) menunjukkan kualitas yang bagus,” kata dia. Setelah dipertimbangkan itu, resmi akhirnya diikat kontrak. Awalnya, lanjut dia, sempat akan lepas. Karena harga yang ditawarkan cukup tinggi. Giron pun akan pulang ke Australia jika tidak jadi bersama Arema Cronus. “Setelah nego akhirnya mau turun, dan kita kontrak dia,” ujar Ruddy. Sementara itu Giron mengaku senang bisa bergabung Arema. “Sejak awal saya lihat tim ini dan mempunyai supporter yang fantastik,” kata Giron. Selain itu Arema Cronus juga mempunyai pemain yang berkualitas, sehingga dia memutuskan bergabung. “Saya senang disini karena ada pemain bagus, saya lihat Arema juga tim yang mempunyai ambisi juara,” tandas dia. (adk)  

  • Uji Coba Terakhir, Arema Tantang Metro FC

    MALANG KOTA – Arema Cronus semestinya menghadapi lawan yang sepadan di laga uji coba terakhir jelang Indonesia Soccer Championship (ISC) A. Namun apa daya, sulitnya mencari lawan yang levelnya setara, membuat mereka beralih ke tim ISC B, Persekam Metro FC. Laga uji coba kontra Metro FC akan digelar di Stadion Kanjuruhan, Minggu (24/4). ”Ya, rencananya akan melawan Metro FC,” kata General Manager Arema Cronus Ruddy Widodo, kemarin (21/4). Metro FC bisa dikatakan menjadi opsi terakhir setelah bidikan sebelumnya gagal. ”Kami sudah mencari lawan jauh-kauh hari,” kata dia. Mulai dari Surabaya United Bhayangkara, Perseru Serui, hingga PS TNI. Tapi, rencana menggelar uji coba itu batal, karena tim-tim ISC A yang dibidik sudah punya agenda sendiri-sendiri. ”Ya, mau bagaimana lagi. Kita harus cari lawan lagi,” ujar Ruddy. Di tengah kesulitan mencari lawan, muncul lah nama Metro FC. Kebetulan, Metro FC juga tengah mencari lawan latih tanding sebelum kompetisi ISC B bergulir. Selama ini, Arema Cronus sudah sering menggelar uji coba lawan Metro FC. Terakhir kali, uji coba digelar di Stadion Gajayana, 9 Desember 2015. Hasilnya mengejutkan, Metro FC yang lama vakum dari agenda pertandingan, bisa mengalahkan Arema Cronus dengan skor 2-1. Meski di laga itu Arema Cronus tidak menurunkan kekuatan terbaiknya. Berbeda dengan laga uji coba melawan Persija Jakarta, Sabtu (16/4), kali ini manajemen tidak menarik tiket dari penonton. ”Laga ini digratiskan untuk penonton,” ujar dia. (adk/c1/muf)  

  • Giron Masuk, Lini Depan Arema Kental Aroma Latin

    MALANG KOTA – Pelatih Arema Cronus Milomir Seslija menaruh ekspektasi tinggi terhadap Gustavo Giron Marulanda. Pemain yang baru saja dikontrak Rabu (20/4) diharapkan bisa mendongkrak daya gedor Singo Edan. Milo mengatakan, Giron punya gaya permainan yang berbeda dibanding pemain yang sebelumnya dimiliki Arema Cronus. “Dia (Giron) berbeda dengan Antony (Putro Nugroho), juga Sunarto,” ujar pelatih berkebangsaan Bosnia Herzegovina ini. Bila melihat rekaman video Giron selama membela Bayswater City, juga permainannya ketika tampil di laga uji coba kontra Persija, ekpektasi Milo seharusnya bisa menjadi kenyataan. Giron punya kecepatan, dan kemampuan menusuk areal pertahanan lawan. Sebenarnya, Arema Cronus pernah punya pemain dengan gaya permainan seperti Giron. Yakni Samsul Arif. Ketika Samsul hengkang ke Persib, ada sesuatu yang hilang dari permainan Arema Cronus. “Saya berharap dia menjadi pembeda dalam permainan Arema,” kata pelatih berusia 51 tahun ini. Meski begitu, Milo mengaku belum menentukan posisi yang benar-benar pas untuk Giron. Sebab, Giron tergolong pemain yang bisa bermain di berbagai posisi. “Dia bisa duet dengan (Cristian) Gonzales di depan,” ujar dia. Bila ingin bermain dengan dua penyerang di depan, Milo bisa menggunakan skema dasar 4-4-2. “Dia juga bisa second striker. Bisa di kanan atau kiri,” kata dia. Artinya, bila meletakkan Giron sebagai second striker, maka pilihan formasinya bisa 4-2-3-1. Dalam skema 4-2-3-1, Giron akan ditempatkan sejajar bersama Srdan Lopicic dan Esteban Vizcarra. Ketiganya akan menjadi penopang Gonzales sebagai lone striker. Yang jelas, apapun posisinya, Giron punya tugas mengobrak-abrik pertahanan lawan. Kemampuan seperti itulah yang membuat Milo tertarik pada Giron. Meski berkebangsaan Australia, Giron lahir dan besar di Kolombia. Gaya Amerika Latin-nya sangat kuat. “Saya senang dengan gaya bermain Amerika latin. Agresif dan mempunyai kekuatan saat duel dengan lawan,” ungkapnya. Milo yakin, Giron bisa cepat beradaptasi dengan gaya permainan Arema Cronus. “Saya tahu, dalam waktu dekat, akan terlihat hasilnya,” ujar pelatih yang mengantongi lisensi kepelatihan UEFA Pro ini. Sementara itu, Gonzales percaya bahwa Giron akan menjadi teman duet idealnya di ISC A. “Nanti akan kita lihat. (Soal skema permainan) semua keputusan pelatih. Tapi, dia pasti bisa membantu dalam permainan,” kata pemain kelahiran Uruguay yang mendapatkan status WNI pada 2010 ini. (adk/muf)