Kisah Tukang Parkir Gaet Mahasiswi

  • Redaktur:
  • Rabu, 4 Januari 2017 | 10:06
  • / 5 Rabiul Akhir 1438
  • Dibaca : 2750 kali
Kisah Tukang Parkir Gaet Mahasiswi

 

 

 

Meski hanya bekerja sebagai tukang parkir di sebuah kampus swasta, Markucel, 22, warga Lowokwaru, Kota Malang, ini berhasil menggaet mahasiswi bernama Markonah, 21. Tak lama setelah berpacaran, mereka pun memutuskan untuk menikah di Kantor Urusan Agama (KUA) Pakis, Kabupaten Malang.

Awalnya hubungan mereka memang baik-baik saja. Namun, saat tinggal bersama di kos-kosan, Markonah merasa bosan ketika setiap malam ditinggal bekerja oleh suaminya. Selain menjaga anaknya yang berusia dua tahun, Markonah hanya sering menonton televisi dan sesekali disibukkan dengan tugas kuliahnya.

Karena bosan, dia pun mencoba ikut nongkrong bersama teman-teman kampusnya. Sekali ikut nongkrong, Markonah keasyikan hingga lupa mengurus anak. Maklum, dia nongkrong hingga larut malam.

Kelakuan Markonah pun lama-lama diketahui Markucel. Beberapa kali saat Markucel pulang kerja, dia tidak menemukan istrinya di kos. Selain suka menelantarkan anak, Markonah tak pernah lagi memasak makanan untuk Markucel. Saat ditegur, Markonah malah mengadu ke orang tuanya.

Orang tua Markonah ini memang senang ikut campur masalah rumah tangga mereka, sehingga makin memperkeruh keadaan. Namun, karena Markucel  tergolong laki-laki penyabar, dia membiarkannya saja. Namun suatu hari, setelah Markonah mengadu ke orang tuanya, Markucel dipanggil ke rumah mertuanya. Di situlah, Markucel dimarahi bahkan hingga dipukul ayah mertuanya.

Kesabaran Markucel ternyata ada batasnya. Lebih baik hidup sendiri daripada harus menerima penderitaan bertubi-tubi dari istri dan mertuanya. Markucel kemudian memutuskan untuk menceraikan istrinya ke Pengadilan Agama (PA) Kota Malang. (viq/c2/lid)

 

 

 

Foto Terbaru

  • ©2016 RadarMalang

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional