Di ISL, Pendapatan Arema FC Terancam Merosot

  • Redaktur:
  • Rabu, 11 Januari 2017 | 21:44
  • / 12 Rabiul Akhir 1438
  • Dibaca : 532 kali
Di ISL, Pendapatan Arema FC Terancam Merosot

 

MALANG KOTA – Arema FC masih mengandalkan penjualan tiket ke Aremania–suporter Arema FC– sebagai salah satu ceruk pendapatan. Kembali bergulirnya kompetisi resmi Indonesia Super League (ISL) 2017 ini digadang-gadang bakal memancing suporter untuk berbondong-bondong ke stadion.

Namun, bagi manajemen Arema FC, ada satu kendala yang bisa mengurangi minat suporter. Yakni adanya rencana pengurangan kuota pemain asing di ISL. Yang awalnya empat pemain, menjadi tiga pemain saja. ”Saya kira ini bakal memengaruhi pendapatan Arema, karena pemain asing atau bintang di lapangan berkurang, penonton tak ramai-ramai ke stadion,” kata General Manager Arema FC Ruddy Widodo, kemarin (10/1).

Menurut dia, selama gelaran Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016 lalu, manajemen Arema FC selalu defisit (kurang) pemasukannya dari penjualan tiket. Target manajemen meraih Rp 1 miliar setiap laga, tidak pernah tercapai pada 17 laga kandang yang dilakoni.

Salah satu penyebabnya bisa jadi adalah pertandingan yang selalu malam hari dan ditayangkan stasiun televisi. Meski Ruddy tidak menyebut defisitnya berapa. Tapi dari catatan koran ini ketika pertandingan sepi, bisa jadi Arema hanya memperoleh  pemasukan di bawah Rp 500 juta.

Ruddy melanjutkan, target Rp 1 miliar setiap pertandingan, menurut dia, itu realistis. Dia lantas menyebut hitung-hitungannya. Dalam satu pertandingan kandang, biasanya Arema menyediakan 40 ribu tiket untuk berbagai kategori. Yakni tiket VVIP, VIP, dan ekonomi.

Nah, dari penjualan tiket ekonomi sebanyak 30 ribu lembar dengan harga Rp 35 ribu per tiket, maka pendapatan kotor Arema sudah Rp 1,050 miliar. Jumlah ini bisa bertambah dari penjualan tiket VIP dan VVIP. Namun, hitung-hitungan itu dengan yang didapat Arema FC selama ini masih jauh panggang dari api.

Ruddy Widodo melanjutkan, pendapatan di ISL ini bisa turun lagi jika kebijakan pemain asing tersebut benar-benar diterapkan PSSI. Untuk diketahui, tiga pemain asing yang akan ditetapkan adalah dua pemain asing non-Asia dan satu Asia. ”Daya tarik penonton ke stadion, salah satunya melihat pemain asing. Kalau kuotanya dikurangi, bisa saja penontonnya juga berkurang,” tambah dia.

Meskipun, menurut dia, regulasi ini masih belum pasti karena bakal dirapatkan lagi oleh Exco PSSI dan semua klub dalam dua minggu setelah kongres tahunan PSSI di Bandung, Minggu lalu (8/1). Kebijakan ini, menurut dia, kemungkinan bakal disetujui sejumlah klub. Apalagi, Ketua PSSI Eddy Rahmayadi pernah mengungkapkan tentang keinginannya membuat regulasi tersebut agar jam terbang pemain lokal lebih banyak.

Ruddy melanjutkan, selain sisi negatifnya bisa mengurangi pendapatan, sisi positif bagi Arema FC bisa melakukan penghematan. ”Apa pun keputusannya, kami harus menjalaninya dengan baik,” pungkas dia. (asa/c2/riq)

 

Foto Terbaru

  • ©2016 RadarMalang

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional