RadarMalang

Belajar Musik saat di Ngajar di Pedalaman, Langganan Ceramah Radio Lokal

  • Redaktur:
  • Kamis, 12 Januari 2017 | 10:57
  • / 13 Rabiul Akhir 1438
  • Dibaca : 90 kali
Belajar Musik saat di Ngajar di Pedalaman, Langganan Ceramah Radio Lokal

Ridha Basuki, Kepala SMPN 1 Kepanjen yang Juga Musikus dan Penceramah

Ridha Basuki, kepala SMPN 1 Kepanjen ini tak hanya mumpuni di bidang manajerial sekolah. Dia juga punya kemampuan lain di luar jalur pendidikan, yakni musik dan penceramah. Bahkan, dia sering mendapat order manggung di acara-acara hajatan.

MUHAMMAD HAFIS IQBAL

 Suasana SMPN 1 Kepanjen, Selasa (10/1), terlihat lengang. Saat itu, jarum jam menunjukkan pukul 11.00. Para guru dan siswa masih berkutat di kelas masing-masing. Namun, suasana berbeda tersaji di kantor kepala sekolah (kasek). Suara lantunan lagu terdengar dari ruangan yang berada di samping gerbang sekolah tersebut. Ternyata, Ridha Basuki, sang kepala SMPN 1 Kepanjen, tengah mengiringi salah satu siswinya ketika bernyanyi lagu Mawah Merah. Sambil memainkan tuts-tuts kibor, dia mempersilakan wartawan Jawa Pos Radar Kanjuruhan untuk menunggu sejenak. ”Sebentar Mas, silakan duduk dulu sambil saya hibur,” ujarnya menyapa.

Begitu tembang tersebut usai, Ridha pun membuka obrolan. Dia membeberkan, bermain kibor adalah hobinya sejak kali pertama menjadi guru, sekitar 1990-an. Ketika itu, dia ditempatkan di salah satu sekolah pelosok di daerah Bojonegoro. ”Dulu, saya belajar otodidak. Sebab, masih bujang sehingga banyak waktu longgarnya,” kenangnya.

Ternyata, keahliannya tersebut sangat membantu dalam mengajar. Sering kali ketika selesai memberikan pelajaran, dia mengajak anak didiknya untuk menyanyikan lagu. ”Dengan cara itu, anak-anak lebih senang. Jadi, lebih mudah menerima pelajaran,” jelasnya.

Selain memiliki keahlian bermain musik, bapak dua anak ini juga memiliki kemampuan ceramah agama. Meski tidak memiliki latar belakang santri, dia bisa memberi tausiah. Itu juga dipelajarinya secara otodidak dari kegiatan sehari-hari selama mengajar. ”Ceramah itu sama dengan mengajar di kelas. Bedanya, harus paham tentang ilmu agama,” terang Ridha.

Bahkan, dari kemampuannya tersebut, sudah hampir delapan tahun ini Ridha mengisi program di salah satu radio lokal. Setiap bulan Ramadan, dia selalu berbagi ilmu lewat kuliah tujuh menit (kultum) bagi para pendengar radio. Dia pun sempat ditawari untuk memandu program khusus ceramah agama di hari reguler. ”Sempat ada tawaran, tapi bagi saya, itu hanya hobi. Pekerjaan saya menjadi guru dan mengajari anak-anak,” kata pria yang menjabat kepala SMPN 1 Kepanjen sejak 2013 tersebut.

Hobinya itu memang menjadi ladang penghasilan tambahan. Minimal dua kali dalam sebulan, dia mendapatkan tawaran mengisi acara. Baik menjadi penceramah atau bermain musik. Meskipun mendapatkan bayaran, dia mengaku tidak pernah mematok harga untuk setiap penampilannya. ”Tidak ada patokan harga kalau ngundang saya. Niatnya hanya hobi, bukan mencari uang,” ucap dia.

Suami Fullai Filla tersebut mengaku pernah punya pengalaman menarik saat mengisi sebuah acara pernikahan. Saat itu, dia tengah bermain kibor mengiringi penyanyi yang umurnya masih muda. Tanpa sepengetahuannya, ternyata sang istri hadir sebagai undangan. Tak ingin salah paham, dia meminta tandemnya untuk menyapa sang istri. ”Sempat kaget karena ada nyonya. Daripada salah paham, saya menyuruh penyanyinya memberi sapa ke istri saya,” ungkapnya.

 

Pengalamannya di bidang nonakademis tersebut memberikan banyak inspirasi. Terutama, sejak dia mendapat amanah menjadi kasek. Beberapa program pembinaan nonakademik terus dia genjot di sekolah yang dia pimpin. ”Prestasi akademis itu memang penting, tapi setiap anak punya potensi. Itu yang harus digali untuk dikembangkan,” ungkap alumnus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini. (*/c3/nen)

Foto Terbaru

  • ©2016 RadarMalang

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional